liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Sun. Feb 5th, 2023

LOTUS138.INK

HOT BERITA-BERITA TERUPDATE

Perdagangan China Menyusut ke Level Terendah Sejak 2020 Imbas Kebijakan Pembatasan Covid-19

Perdagangan China Menyusut ke Level Terendah Sejak 2020 Imbas Kebijakan Pembatasan Covid-19

Laporan reporter Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Sektor perdagangan China pada November turun ke level terendah sejak dimulainya pandemi Covid-19, menggarisbawahi biaya ekonomi yang tinggi dari kebijakan ‘nol Covid’ Beijing.

Berdasarkan data yang dirilis Bea Cukai China pada Rabu (12/7/2022), aktivitas impor turun 10,6 persen year-on-year, sedangkan aktivitas ekspor juga turun 8,7 persen.

Sementara itu, penurunan perdagangan juga menandai penurunan impor dan ekspor tertajam sejak Februari dan Mei 2020.

Baca juga: Warga China Berburu Obat Demam Usai Melonggarkan Kebijakan Nol Covid

Data tersebut muncul setelah aktivitas manufaktur China menyusut bulan lalu karena lonjakan infeksi Covid-19, mendorong otoritas lokal untuk memberlakukan pembatasan baru di kota-kota besar termasuk Shanghai, Beijing, dan Chengdu.

Seperti diketahui, strategi penguncian China, pengujian massal, dan penutupan perbatasan telah mengganggu rantai pasokan dan membuat konsumen tetap di rumah, sementara kekhawatiran resesi di Amerika Serikat dan Eropa telah memengaruhi permintaan luar negeri untuk produk China.

Menurut Al Jazeera, ekonomi China diperkirakan akan tumbuh sekitar 3 persen pada tahun 2022, jauh di bawah target pemerintah sebelumnya sekitar 5,5 persen dan berada di antara negara dengan kinerja terburuk dalam beberapa dekade.

Menyusul protes besar-besaran terhadap pembatasan Covid-19 yang ketat, Beijing akhirnya mulai melonggarkan beberapa pembatasan.

Baca juga: Peretas China Curi Puluhan Juta Dolar Dana Bantuan Covid-19 AS

Namun, analis telah memperingatkan bahwa pembukaan kembali yang cepat tidak mungkin terjadi karena cakupan vaksinasi yang buruk di negara tersebut, terutama di kalangan orang tua.

Jadi, Beijing memutuskan untuk meluncurkan rencana memvaksinasi jutaan warga China di tahun 70-an dan 80-an.

Menurut Komisi Kesehatan Nasional, hanya sekitar 40 persen orang Tiongkok yang berusia di atas 80 tahun yang telah menerima dosis ketiga vaksin tersebut, jauh lebih sedikit daripada di negara lain.