liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Fri. Feb 3rd, 2023

LOTUS138.INK

HOT BERITA-BERITA TERUPDATE

Merosot Tajam, Perekonomian Singapura Hanya Tumbuh 3,8 Persen di 2022

Merosot Tajam, Perekonomian Singapura Hanya Tumbuh 3,8 Persen di 2022

Laporan reporter Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA – Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) pada Selasa (3/1/2023) menyatakan aktivitas ekonomi Singapura akan tumbuh 3,8 persen sepanjang tahun 2022, lebih rendah dari pertumbuhan 7,6 persen yang dicapai tahun sebelumnya.

Pernyataan dari MTI tersebut sedikit di atas ekspektasi resmi untuk produk domestik bruto atau PDB sekitar 3,5 persen pada 2022.

“Untuk kuartal terakhir 2022, ekonomi Singapura tumbuh 2,2 persen year-on-year, melambat dari pertumbuhan 4,2 persen pada kuartal ketiga 2022,” kata MTI, melansir Channel News Asia.

“Semua sektor, kecuali manufaktur, akan tumbuh secara tahunan pada kuartal IV 2022,” imbuhnya.

Sektor manufaktur, yang menyumbang sekitar seperlima dari ekonomi Singapura, mengalami kontraksi sebesar 3 persen tahun-ke-tahun pada kuartal keempat tahun 2022, pembalikan dari pertumbuhan 1,4 persen dalam tiga bulan sebelumnya.

“Hal ini disebabkan kontraksi output di klaster manufaktur elektronik, kimia dan biomedis, yang melampaui pertumbuhan output di klaster lain seperti rekayasa presisi dan rekayasa transportasi,” kata MTI.

Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 10,4 persen tahun-ke-tahun pada kuartal keempat tahun 2022, naik dari pertumbuhan 7,8 persen pada kuartal sebelumnya, karena hasil konstruksi sektor publik dan swasta terus pulih.

“Namun nilai tambah sektor konstruksi secara absolut masih 19,3 persen di bawah level sebelum pandemi,” kata MTI.

Baca juga: 37 Perawat Indonesia Diterima Bekerja di RS Pemerintah Singapura

Di antara sektor jasa, perdagangan grosir dan eceran serta transportasi dan penyimpanan secara kolektif tumbuh sebesar 2,3 persen tahun-ke-tahun pada kuartal keempat tahun 2022, lebih lambat dari pertumbuhan 5,7 persen pada kuartal sebelumnya.

Kelompok sektor yang terdiri dari jasa informasi dan komunikasi, keuangan dan asuransi, serta jasa profesional tumbuh 2,9 persen year-on-year pada kuartal keempat 2022, melanjutkan pertumbuhan 3,6 persen pada kuartal sebelumnya.

Sebaliknya, kelompok sektor jasa yang terdiri dari jasa akomodasi dan makan, real estate, jasa administrasi dan pendukung serta sektor jasa lainnya tumbuh 8,2 persen year-on-year pada triwulan IV 2022, melanjutkan pertumbuhan 9,3 persen pada triwulan sebelumnya. .

Baca juga: Rapat Paripurna DPR Sahkan UU Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

“Pertumbuhan ekonomi Singapura melambat secara signifikan dalam dua bulan pertama Q4 2022 dan kami pikir pelambatan lebih lanjut kemungkinan terjadi di kuartal mendatang,” kata Shivaan Tandon, seorang ekonom di Capital Economics untuk negara berkembang Asia.

“Ekspor diperkirakan akan terus menurun jika ekonomi global memasuki resesi pada 2023. Selain itu, kenaikan suku bunga, tabungan rumah tangga yang menurun, dan inflasi yang tinggi kemungkinan akan membatasi permintaan domestik,” tambahnya.

Dalam pesan tahun barunya, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan bahwa Singapura harus siap menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

“Ekonomi kita akan terpengaruh. Kita harus siap menghadapi ketidakpastian masa depan,” kata Lee.