liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Sat. Feb 4th, 2023

LOTUS138.INK

HOT BERITA-BERITA TERUPDATE

Menteri Keuangan Sri Mulyani Klaim Kinerja Ekonomi Indonesia Baik-baik Saja di Saat Dunia Kacau

Menteri Keuangan Sri Mulyani Klaim Kinerja Ekonomi Indonesia Baik-baik Saja di Saat Dunia Kacau

Dilansir Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penilaian kinerja perekonomian sepanjang tahun 2022, baik di Indonesia maupun global.

Menurutnya, kinerja perekonomian dunia cukup kacau karena beberapa faktor.

Mulai dari tantangan gangguan supply chain, inflasi yang tinggi, hingga adanya kebijakan terkait suku bunga oleh beberapa bank sentral di berbagai negara.

“2022 bukan waktu yang normal. Pandemi masih ada, negara masih normal, ada gangguan karena ketidaksesuaian supply dan demand, mendorong inflasi, merespon dengan kenaikan suku bunga, cost of fund menjadi mahal, dan kemungkinan pemulihannya masih dini,” ujar Sri Mulyani dalam Online CEO Banking Forum, Senin (9/1/2023).

Baca juga: Sejumlah mantan petinggi negara maju khawatirkan bahaya resesi ekonomi 2023

“Kemudian terjadi perang di Ukraina. Yang memperparah gangguan di sisi suplai,” lanjutnya.

Namun untuk Indonesia sendiri, lanjut Sri Mulyani, tidak mengalami goncangan yang berarti.

Pasalnya, gangguan rantai pasok di Eropa membawa angin segar bagi Indonesia. Beberapa komoditas dalam negeri mengalami kenaikan harga.

Misalnya, harga produk minyak sawit mentah (CPO) mencapai US$1.700 per metrik ton. Kemudian harga batu bara yang juga sudah menembus level 400 dollar AS per ton.

“Ada perang di Eropa, dan efek (dampak) MSM kita meningkat dari US$700 menjadi US$1.700. Harga minyak goreng kita naik dan terjadi shock di Indonesia. Perang di sana menyebabkan pembatasan migas, dan membuat Batubara kita naik sebanyak US$400 per ton. Harga minyak juga naik,” kata Sri Mulyani.

Keberadaan ini turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan nilai ekspor dalam negeri, dan berpengaruh positif terhadap kinerja perekonomian Indonesia.

Diketahui, sepanjang tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Tanah Air akan melebihi 5 persen berturut-turut.

Tercatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2022 tumbuh 5,01 persen year-on-year (yoy). Kemudian pada triwulan II tahun 2022 tercatat sebesar 5,4 persen, dan triwulan III tahun 2022 sebesar 5,7 persen.

Sri Mulyani memprediksi, pada kuartal IV 2022 ekonomi domestik akan tumbuh di kisaran 5 persen.

“Karena bisa kita lihat juga dari masyarakat, pemakaian kita tumbuh sangat kuat. Bahkan, mobilitas menjelang akhir tahun meningkat,” kata Sri Mulyani.

“Saya melihat penerimaan pajak di daerah dari sisi pajak restoran kemudian pajak hotel naik, bukan hanya 11 persen tapi 60 persen sampai 120 persen. Ini fenomenanya bukan di Jakarta tapi di seluruh Indonesia,” pungkasnya. .