liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Wed. Feb 8th, 2023

LOTUS138.INK

HOT BERITA-BERITA TERUPDATE

Menteri BUMN Tegaskan Industri Penerbangan Jangan Sampai Dimonopoli

Menteri BUMN Tegaskan Industri Penerbangan Jangan Sampai Dimonopoli

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, kementeriannya mengatur posisi tiga maskapai milik negara, untuk mengisi setiap pasar premium, menengah, dan murah di industri penerbangan Tanah Air.

Ketiga maskapai tersebut masing-masing adalah Garuda Indonesia, Pelita Air dan Citilink untuk menghindari praktik monopoli di industri penerbangan.

“Kemarin Garuda Indonesia teriak tiket mahal, sekarang kita punya Pelita Air. Jangan sampai industri penerbangan kita dimonopoli karena pasar kita open market,” kata Erick di Jakarta, Senin (2/1/2023).

Erick mengatakan, ketiga maskapai pelat merah ini hadir untuk melayani semua segmen.

“Karena kemarin Garuda sakit, jadi kita menerbangkan Pelita Air tapi Garuda segmen premium semua, Pelita tidak ada business class, Citilink low cost,” kata Erick.

Pihaknya mengatakan, industri penerbangan yang dioperasikan BUMN untuk memajukan ekosistem bisnis pariwisata.

Namun, ekosistem ini bisa terbentuk jika tidak ada saling curiga antar perusahaan.

Baca juga: Turkish Airlines Dinobatkan sebagai Maskapai Terbaik versi Skytrax World Airline Awards

“Ekosistem itu terjadi ketika semua pemangku kepentingan menempatkan egonya sebagai pusat. Ini yang kami dorong,” tambahnya.

Ia mengatakan, tidak hanya untuk perusahaan negara tetapi ekosistem pariwisata juga melibatkan perusahaan swasta.

Baca juga: Efek Cuaca Ekstrim, Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang Tertunda Akibat Hujan Deras

“Yang datang ke bandara butuh taksi. Kita ini BUMN. Kita tidak punya taksi. Seharusnya kita tidak punya. “Kemudian ada yang seperti Gojek, Grab, itu ekosistemnya. Ini yang kita dorong,” lanjutnya.