liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Wed. Feb 8th, 2023

LOTUS138.INK

HOT BERITA-BERITA TERUPDATE

Menteri Bahlil: Tahun Depan Sudah Ada Baterai Mobil ‘Made In’ Indonesia

Menteri Bahlil: Tahun Depan Sudah Ada Baterai Mobil

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Perumusan dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) pasti akan terus berlanjut.

Menteri Penanaman Modal/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menargetkan tahun depan sudah ada baterai kendaraan listrik “made in” di Indonesia.

“Sudah menjadi komitmen pemerintah untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik,” kata Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis, Jumat (13/1/2022).

Baca juga: Penjualan Tesla di China Turun 41 Persen Akibat Pencabutan Insentif Beli Mobil Listrik

“Direncanakan pada 2024, produksi kami akan dimulai pada semester pertama 2024 yang akan dibangun oleh LG di Karawang,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Jumat (13/1).

Kemudian membangun ekosistem baterai kendaraan listrik dari hulu ke hilir. Antara LG Electronics dan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) akan dimulai tahun ini.

Terkait hal tersebut, ke depan pemerintah akan melakukan pembatasan pembangunan smelter yang tidak berorientasi pada green energy.

Hal ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam melaksanakan pengaturan pengembangan produk yang berorientasi pada green energy dan green industry.

“Ke depan, kami akan membatasi pembangunan smelter yang tidak berorientasi pada green energy,” kata Bahlil.

Saat ini pemerintah sedang mengatur formulasi pemanis untuk membangun industri kendaraan listrik yang berdaya saing.

Dimana kemudian, pengembangan ekosistem kendaraan listrik dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Baca juga: Kandidat Motor Listrik Baru Ini Terima Gotion untuk Kembangkan Baterai Kendaraan Listrik

“Terkait mobil, sepeda motor, kami masih menyusun formulasi sweetener, model apa yang paling cocok dan kompetitif untuk kami bangun.

Jadi ke depan yang akan kita bangun adalah ekosistem pengembangan EV dan sepeda motor yang menjadi area penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Bahlil melihat Indonesia memiliki pangsa pasar kendaraan listrik yang besar. Oleh karena itu, peluang besar ini harus dipertahankan.

Baca juga: Hyundai Bakal Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia Semester I 2023

Ke depan, pemerintah juga menargetkan masuk ke ranah ekspor kendaraan listrik.

“Indonesia tidak boleh kalah, pasar kita besar.

Jangan sampai pasar kita ditembus produk dari luar negeri, kita harus hati-hati.

Kedua, kita juga mampu menembus pasar ekspor,” tambah Bahlil.

(Siti Masitoh/Khomarul Hidayat)

Sumber: Tunai