liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Sat. Feb 4th, 2023

LOTUS138.INK

HOT BERITA-BERITA TERUPDATE

Menaker Ida Fauziyah: Jumlah Pengangguran Tahun Ini Menurun ke Angka 5,86 Persen

Menaker Ida Fauziyah: Jumlah Pengangguran Tahun Ini Menurun ke Angka 5,86 Persen

Laporan reporter Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan, pengangguran akan berkurang pada 2022 seiring dengan keadaan perekonomian negara yang menuju pemulihan.

Hal itu disampaikan dalam Kolaborasi Nasional Menuju Indonesia Kompeten 2030, di Lembaga BPJS, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022).

“Saat ini angka pengangguran kita turun menjadi 5,86 persen. Diikuti dengan kenaikan angka partisipasi angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja,” ujar Ida.

Menurut Ida, penurunan angka tersebut didorong oleh kondisi sektor ketenagakerjaan yang mulai pulih.

Baca juga: Menaker: Jumlah Pengangguran Terdampak Covid-19 Turun Signifikan di Agustus 2022

Meski begitu, kata Ida, saat ini sektor tersebut memiliki beberapa peluang sekaligus tantangan besar.

“Bahwa kita saat ini sedang menghadapi puncak bonus demografi sejumlah besar penduduk usia produktif, namun kita masih menghadapi masalah rendahnya kualitas dan produktivitas tenaga kerja di Indonesia,” jelasnya.

“Hal itu ditandai dengan 56 persen pekerja yang hanya mampu tamat SD ke bawah. Belum lagi masalah lain seperti banyaknya pekerja sektor informal dan sedikitnya PPAK perempuan,” lanjutnya.

Seperti dilansir Kompas.com, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan pemerintah berupaya menciptakan 3 juta lapangan kerja pada 2022. Hal itu untuk menekan angka pengangguran.

“Pemerintah melalui Bappenas menargetkan pada tahun 2022 dapat menciptakan peningkatan lapangan kerja dari 2,4 juta menjadi 3 juta,” ujarnya secara virtual melalui program Diklat Tenaga Kerja Bisa Cepat Mendapatkan Pekerjaan? Rabu (10/8/2022).

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini ditargetkan turun menjadi 7,92 juta orang atau 5,5 persen.

Untuk menekan angka pengangguran, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memiliki program yang telah dilaksanakan yaitu program Tenaga Kerja Lepas (TKM) dan Talenthub. Kedua program ini diklaim mampu meningkatkan kapabilitas para calon tenaga kerja muda/milenial.

“Ada dukungan lain yang kami lakukan untuk menciptakan talenta-talenta muda kreatif, termasuk modal usaha melalui program tenaga kerja mandiri. Hal ini dilakukan melalui platform SIAPKerja. Lalu ada program Talenthub yang meliputi riset kebutuhan mempresentasikan lapangan kerja, talent class, talent corner untuk menjembatani talenta, anak muda sudah tidak sabar untuk mempresentasikan lapangan kerja,” ujar Ida.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2022 menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Pada Februari tahun ini, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8,4 juta orang, turun dari 8,75 juta orang pada Februari 2021.

Baca juga: BPS mencatat jumlah pengangguran di Indonesia bertambah menjadi 8,42 juta orang

Dengan penurunan angka tersebut, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional juga turun dari 6,26 persen pada Februari 2021 menjadi 5,83 persen pada Februari tahun ini.

Dengan angka tersebut, ia berharap dunia usaha dan industri bersinergi untuk menekan angka pengangguran yang ditargetkan menjadi 7,92 juta pada tahun ini.

“Kami mengambil data dari BPS, Februari 2022, alhamdulillah pemerintah berhasil menurunkan tarif TPT menjadi 5,83 persen. Tentu saja pemerintah bersama dunia usaha, dunia industri dan masyarakat pada umumnya, mari kita pertahankan. dan terus ditingkatkan. Kami terus optimis dan bersinergi agar target (pengangguran) bisa melebihi target yang telah disepakati,” ujarnya.