liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Fri. Feb 3rd, 2023

LOTUS138.INK

HOT BERITA-BERITA TERUPDATE

Jadi Korban Penyiksaan Ayahnya, Bocah 6 Tahun di Lumajang Sempat Alami Trauma dan Takut Lihat Pelaku

Jadi Korban Penyiksaan Ayahnya, Bocah 6 Tahun di Lumajang Sempat Alami Trauma dan Takut Lihat Pelaku

TRIBUNNEWS.COM – Anak MWS (6) di Lumajang Jawa Timur adalah anak yang diduga dianiaya oleh bapaknya.

MWS pun berbagi pengalamannya dengan tim kesehatan yang menanganinya di RS Dr. Haryoto Lumajang.

Ade Mulyantoro selaku Ketua Tim Perawat RS Dr Haryoto Lumajang mengatakan, MWS mengaku luka yang dideritanya akibat disiram air panas oleh ayahnya.

Sementara itu, ayahnya, AL (40) mengatakan, bekas luka bakar di punggung anaknya itu merupakan kesalahan saat membersihkan luka dengan alkohol.

“Pengakuan anak tadi malam katanya kecipratan air panas jadi beda dengan bapaknya yang bilang keramas pakai alkohol,” kata Ade.

Mengutip Kompas.com, kondisi MWS kini membaik, terutama kondisi psikologisnya.

Baca juga: Update Kasus Pelecehan Anak di Lumajang, Ayah Dinyatakan Tersangka

Selama ini, korban dapat berbicara, mengungkapkan perasaan, makan dan minum.

Saat pertama kali masuk rumah sakit, Ade mengatakan MWS terlihat ketakutan saat melihat ayahnya dan tidak mau makan maupun minum.

“Kemarin dia sangat tertutup, tidak mau bicara, setiap dia melihat ayahnya, dia akan ketakutan, tidak mau makan atau minum, tadi malam setelah ayahnya pergi, dia ingin meminta makanan, ” dia berkata. kata Ade.

Selain memberikan bantuan kecukupan gizi, pihak rumah sakit juga akan memberikan pendampingan psikologis untuk melakukan trauma healing bagi para korban.

“Tadi pagi kami melakukan pendampingan gizi dengan ahli gizi dan itu sudah cukup, sekarang fokus ke keadaan umum dulu, nanti kami juga akan mendampingi mereka dengan psikolog anak untuk menghilangkan traumanya,” pungkasnya.

Anak Penyiksaan Ayah

AL menyiksa anaknya karena marah.

Ayahnya mengaku anaknya sering buang air besar.