liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Sun. Feb 5th, 2023

LOTUS138.INK

HOT BERITA-BERITA TERUPDATE

Hasil Survei Indikator: Perekonomian Nasional Mulai Pulih

Hasil Survei Indikator: Perekonomian Nasional Mulai Pulih

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indikator Politik Indonesia dalam survei terbarunya mengungkapkan tanggapan dan persepsi responden tentang tren ekonomi negara sepanjang tahun 2022.

Burhanuddin menjelaskan dalam surveinya bahwa sampel yang diajukan kepada responden adalah bagaimana Anda melihat keadaan ekonomi secara umum saat ini dengan pilihan jawaban sangat baik, baik, sedang, buruk dan sangat buruk.

Mayoritas responden menjawab perekonomian Indonesia tahun lalu dalam kondisi sedang (45,6 persen), kemudian buruk (26,2 persen) dan baik (22,7 persen).

“Kalau kita lihat trennya relatif ada kenaikan yang positif, yang warna merah adalah mereka yang mengatakan keadaan ekonomi negara buruk, meskipun responden lebih banyak, terus turun dari waktu ke waktu,” kata Eksekutif RI tersebut. Direktur. Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya, Rabu (4/1/2023).

Ia mengatakan, jika mengingat hasil survei Indikator pada Juli 2020, mayoritas responden, 81,0 persen, menjawab kondisi perekonomian negara dalam kegelapan.

“Sekarang sudah mulai turun sampai hampir akhir Agustus 2022, tapi September naik lagi,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, faktor yang menyebabkan responden memberikan jawaban buruk pada bulan ke-9 tahun lalu adalah kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Baca juga: Merosot Mendadak, Ekonomi Singapura Hanya Tumbuh 3,8 Persen Pada 2022

Menurutnya, kenaikan BBM Pertalite berdampak besar pada tingkat opini masyarakat terkait ekonomi.

“Setelah sekian lama isu minyak dikelola oleh pemerintah, mereka yang mengatakan keadaan ekonomi saat itu buruk kembali merosot meski belum terlintas di benak mereka,” terangnya.

Burhanuddin menambahkan, sepanjang tahun 2022 akan terjadi beberapa peristiwa besar yang turut mempengaruhi naik turunnya penilaian ekonomi negara.

Baca juga: Menko Perekonomian Airlangga Sebut Saat Ini Ada 30 Negara yang Mengantri Bantuan IMF

Peristiwa tersebut antara lain kelangkaan minyak goreng yang menjadi ujian pahit bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sikap pemerintah dalam mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng cukup tegas. Kejaksaan Agung telah menangkap beberapa pihak yang dianggap bertanggung jawab atas krisis minyak goreng tersebut. Presiden Jokowi juga disebut telah menurunkan harga minyak.