liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Sun. Feb 5th, 2023

LOTUS138.INK

HOT BERITA-BERITA TERUPDATE

Dua Pemberontak ISIS Tewas dalam Serangan Helikopter AS di Suriah

Dua Pemberontak ISIS Tewas dalam Serangan Helikopter AS di Suriah

Laporan reporter Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Militer Amerika Serikat dilaporkan telah mengeksekusi dua anggota kelompok bersenjata ISIL (ISIS) di Suriah timur dalam serangan helikopter pada Minggu (11/12/2022).

“Pasukan melakukan serangan helikopter yang sukses di Suriah timur dan diyakini telah membunuh dua anggota ISIS,” kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan.

Dia mengklaim tidak ada korban sipil dalam penilaian awalnya tentang operasi tersebut.

Baca juga: AS Khawatir Ancaman Serangan Turki ke Suriah Bisa Bebaskan Ribuan Tahanan ISIS

“Salah satu dari mereka yang tewas diidentifikasi dengan nama depan Anas,” kata pernyataan CENTCOM, menambahkan bahwa dia terlibat dalam perencanaan dan memfasilitasi operasi mematikan di Suriah timur.

Pembunuhan itu terjadi kurang dari dua minggu setelah ISIS mengumumkan bahwa pemimpinnya Abu Hassan al-Hashimi al-Qurayshi tewas dalam pertempuran. AS mengatakan al-Qurayshi tewas dalam operasi yang dilakukan oleh pasukan pemberontak di selatan kota Deraa Oktober lalu.

Seperti diketahui, kelompok ISIS yang merebut sebagian besar wilayah di Irak dan Suriah pada 2014, berhasil dikalahkan oleh koalisi militer internasional pimpinan AS. Kelompok bersenjata itu kehilangan benteng terakhirnya pada 2019, tetapi “sel tidur” ISIS terus melakukan serangan mematikan di Suriah dan Irak.

“ISIS terus menjadi ancaman bagi keamanan dan stabilitas kawasan,” kata Joe Buccino, juru bicara CENTCOM.

“Kematian perwira ISIS ini akan mempengaruhi kemampuan organisasi teroris itu untuk merencanakan dan melakukan serangan destabilisasi di Timur Tengah,” tambahnya.

Pemantau perang Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan itu adalah operasi anti-ISIS yang “paling menonjol” selama setidaknya tiga minggu. Dia menambahkan bahwa Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi juga terlibat dalam serangan itu.

Baca juga: Presiden Turki Isyaratkan Serangan Darat ke Suriah dan Irak, Erdogan: Kami Akan Putuskan Bersama

Ada sekitar 900 tentara AS di Suriah yang mendukung pasukan SDF sebagai bagian dari koalisi internasional yang memerangi sisa-sisa ISIS. Mereka sering menargetkan pejuang ISIS, yang sebagian besar berada di bagian timur laut Suriah yang didominasi Kurdi.

Sementara itu, Turki menyalahkan Unit Perlindungan Rakyat (YPG), yang merupakan bagian terbesar dari SDF, atas pengeboman Istanbul 13 November yang menewaskan enam orang.

Ankara menganggap YPG sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang melancarkan pemberontakan bersenjata berdarah di tenggara negara itu.

Belakangan, PKK ditetapkan sebagai organisasi “teroris” oleh Turki dan sekutu NATO-nya, AS dan Uni Eropa.