liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Fri. Feb 3rd, 2023

LOTUS138.INK

HOT BERITA-BERITA TERUPDATE

Dosen Cabul Tercatat sebagai Pengajar Aktif di PD Dikti, Pimpinan Universitas Andalas Bilang Begini

Dosen Cabul Tercatat sebagai Pengajar Aktif di PD Dikti, Pimpinan Universitas Andalas Bilang Begini

Laporan Tribun Padang Wahyu Bahar

TRIBUNNEWS.COM, PADANG – Dosen FIB yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswi Universitas Andalas (Unand) itu masih berstatus dosen tetap.

Berdasarkan situs resmi Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDikti), terungkap status terduga pelaku adalah dosen aktif.

Meski Rektor Universitas Andalas sudah resmi menonaktifkannya.

Lantas bagaimana tanggapan rektorat?

Sekretaris Universitas Andalas, Henmaidi mengatakan, status tersangka pelaku di PDDikti merupakan kewenangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Ristek.

“Tersangka pelaku masih masuk dalam daftar orang berstatus dosen, karena prosesnya belum selesai,” kata Henmaidi kepada TribunPadang.com, Selasa (27/12/2022).

Baca juga: Universitas Andalas Serahkan Rekomendasi Terhadap Dosen Cabul ke Kemendikbud dan Ristek

Pihaknya juga masih menunggu seperti apa keputusan Kemendikbud berdasarkan rekomendasi dari Satgas PPKS.

“Apakah penonaktifan Dikti ini proses, artinya kementerian belum tentu menerima apa yang dikatakan tim penyidik ​​Satgas PPKS Unand. Mungkin kementerian juga akan membentuk tim tindak lanjut untuk melakukan penyelidikan atau verifikasi,” dia berkata. dia telah menjelaskan.

Ia mengatakan, tim Kemendikbud dan Ristek harus terlebih dahulu mengkaji materi investigasi dari Satgas PPKS Unand, baru kemudian mengambil tindakan.

“Apakah Irjen Pol akan mundur, itu tentu di tangan tim kementerian,” lanjutnya.

Henmaidi mengatakan, kewenangan pimpinan kampus hanya sebatas menonaktifkan kegiatan akademik tersangka pelaku.

Hal itu, kata dia, sudah diberlakukan, sesuai aturan, SK penonaktifan berlaku selama 30 hari.

Sementara karena proses penyidikan dari Satgas PPKS masih berlangsung, penonaktifan terduga pelaku sudah dua kali diperpanjang.