liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Sat. Feb 4th, 2023

LOTUS138.INK

HOT BERITA-BERITA TERUPDATE

Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga 25 Bps Jadi 5,5 Persen 

Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga 25 Bps Jadi 5,5 Persen 

Demikian laporan wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan Bank Indonesia selama dua hari yaitu tanggal 21 Desember dan 22 Desember 2022 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan BI atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21 dan 22 Desember 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis. (22/12/2022) .

Demikian juga dengan suku bunga deposit facility, RDG Bank Indonesia memutuskan menaikkan 25 basis poin menjadi 4,75 persen, dan suku bunga fasilitas pinjaman juga naik 25 basis poin menjadi 6,25 persen.

“Keputusan menaikkan suku bunga merupakan langkah pre-emptive, forward looking untuk meredam ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi,” ujarnya.

Oleh karena itu, inflasi inti diyakini akan tetap terjaga ke depan untuk kembali ke sasarannya di kisaran 3 persen plus minus 1 persen.

Baca juga: Gubernur BI: Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Depan Hanya 2,6 Persen

“Selain itu, juga memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor, selain meredam penguatan dolar AS dan tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global,” pungkas Perry.