liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Sun. Feb 5th, 2023

LOTUS138.INK

HOT BERITA-BERITA TERUPDATE

Ancaman Resesi Global 2023, OJK Ungkap Tantangan yang Harus Diatasi Industri Fintech Lending

Fintech Didorong Bantu OJK Genjot Literasi dan Inklusi Keuangan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tris Yulianta mengatakan mitigasi dan kesiapan strategis bagi industri fintech, termasuk Fintech P2P loan, diperlukan dalam menghadapi tantangan berupa ancaman global resesi.

“Ada juga tantangan biaya dana yang tinggi sehingga sulit mendapat pembiayaan, serta gelombang PHK,” ujarnya seperti dikutip Kompas.com, Rabu (21/12/2022).

Namun, di balik tantangan tersebut, kata dia, ada potensi yang bisa dimanfaatkan oleh industri fintech, termasuk pinjaman P2P.

Baca juga: Industri Fintech Tingkatkan Literasi Keuangan Digital Masyarakat di Berbagai Daerah

Misalnya, potensi ekonomi digital di Indonesia mencapai US$77 miliar setiap tahun 2022 berdasarkan data Google, Temasek dan Bain & Company, 2022.

Tris menjelaskan, ada enam tantangan yang harus dihadapi industri fintech lending di tahun depan, yakni tata kelola & manajemen risiko, keandalan sistem dan penilaian kredit, serta pengembangan produk atau model bisnis.

Selain itu, pinjaman fintech perlu memperhatikan keberadaan undang-undang perlindungan data pribadi, eksplorasi ekosistem, dan masalah keamanan dunia maya.

“Dengan demikian, ada tiga pilar untuk memajukan industri P2P lending, yaitu penguatan penyelenggara P2P loan itu sendiri, penguatan kelembagaan dan asosiasi profesi serta penguatan internal OJK yang sedang berjalan,” tambah Tris.

Sementara itu, Sekjen AFPI Sunu Widyatmoko mengatakan tahun 2023 akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi semua pihak menyusul ancaman resesi global.

Baca juga: Fintech Startup TaniFund Dikabarkan Gagal Bayar 128 Investor

Namun, dalam berbagai kesempatan, pemerintah menyatakan posisi Indonesia akan lebih tangguh dalam menghadapi ancaman tersebut.

“Dengan demikian, pemerintah dan pelaku usaha tetap optimis bisa menghadapi situasi tahun depan,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “OJK Sebut 6 Tantangan “Fintech Lending” Menghadapi Isu Resesi Global 2023″